Virtual Tour Reality - Experience

Pura Gelang Agung Getasan

Destinasi Peninggalan Warisan Pura Gelang Agung Getasan dengan Virtual Tour Reality 360 degree sebagai bentuk optimalisasi antara Budaya dan Teknologi.

Pura Gelang Agung

Sekilas Informasi

Pura Gelang Agung dinobatkan secara resmi sebagai Cagar Budaya pada tahun 2008 yang diresmikan langsung oleh Balai Pelestarian Cagar Budaya Bali. Pelaksanaan konservasi di Pura Penataran Gelang Agung menyasar cagar budaya yang berupa arca, lingga-yoni, fragmen arca, komponen-komponen bangunan (candi) dan batu alam yang masih disakralkan oleh masyarakat Desa Getasan.

Peninggalan Sejarah
0 +
Arca Terawat
0 +
Arca Yang Rusak
0 +
Jumlah Pelinggih
0
img 2110

Dokumentasi Pura Gelang Agung

Pura Gelang Agung

Deskripsi Singkat Pura

Pura Gelang Agung ini, berlokasi dikomplek persawahan di Banjar Buangga, Desa Getasan, Kecamatan Petang, Kabupaten Badung. Pura ini terletak pada koordinat S 8° 26′ 11.5” Е 115° 13′ 13.0″, dengan ketinggian 411 mdpl. Pura Gelang Agung dapat dicapai dengan menggunakan berbagai jenis kendaraan bermotor. Pura ini terdiri atas Jaba Sisi, Jaba Tengah, dan Jeroan (halaman luar, tengah dan utama). Bangunan/pelinggih yang ada di pura ini masih dalam keadaan baik, dan pada bagian Jeroan pura terdapat tinggalan arkeologi yang ditempatkan pada balai. Pura Gelang Agung juga telah mendapatkan tenaga juru pelihara dari Balai Pelestarian Cagar Budaya Bali, sehingga kondisinya cukup terawat.

Sejarah Pura Gelang Agung

Sebelum membahas sejarah Pura Penataran Gelang Agung, akan diuraikan terlebih dahulu mengenai sejarah awal terbentuknya Desa Getasan. Keberadaan Desa Getasan terkait dengan sebuah kerajaan yang berdiri di Ubud. Kerajaan ini diperintah oleh seorang raja yang bernama I Gusti Ngurah Sampalan. Beliau adalah seorang raja yang pandai, bijaksana dan mengatur jalannya roda pemerintahan dengan sangat adil.

Piodalan Pura Gelang Agung

Piodalan adalah upacara pemujaan ke hadapan Sang Hyang Widhi Wasa (Tuhan Yang Maha Esa) dengan segala manifestasinya lewat sarana pemerajan, pura, kahyangan, saat hari- hari tertentu. Upacara Piodalan bisa juga bermakna hari ulang tahun bagi pura. Upacara meliputi sebagai berikut ;

Piodalan Penyabeh Jero

Piodalan Menyabeh Jero adalah salah satu tahapan penting dalam rangkaian upacara piodalan di pura-pura Bali. Istilah menyabeh jero berasal dari kata menyabeh yang berarti “menyapa” atau “menyambut”, dan jero yang berarti “bagian dalam pura”

Piodalan Alit​

Piodalan alit adalah piodalan berskala kecil, yang biasanya dilaksanakan setiap enam bulan sekali (210 hari) berdasarkan perhitungan kalender Bali (satu siklus wuku).Upacaranya sederhana, melibatkan pemangku dan krama pengempon pura.

Piodalan Agung

Piodalan ageng adalah piodalan berskala besar, biasanya dilaksanakan setahun sekali atau dalam kurun waktu tertentu. Upacara ini lebih meriah dan sakral, melibatkan seluruh krama desa adat, pemangku, serta prosesi besar seperti nedunang Ida Bhatara

Situs Arkeologi

img 2079

Gedong Sari

Pelinggih suci di pura Bali yang berfungsi sebagai tempat berstananya (bersemayam) para dewa atau manifestasi Ida Sang Hyang Widhi Wasa

img 2119

Arca Wisnu Diatas Wimana

Arca Wisnu duduk diatas Wimana, memakai mahkota jatamakuta bagian muka aus.

img 2049

Bale Kulkul

Berfungsi sebagai empat untuk menggantung kulkul yang digunakan sebagai alat komunikasi tradisional.

img 2043

Pura Gelang Agung

Pura gelang agung terdiri dari 3 halaman yaitu : halaman dalam (Jeroan), halaman tengah (Jaba Tengah), halaman luar (Jaba Sisi)

Galeri Foto

Galeri Foto Peninggalan Situs & Pelinggih

Foto yang diambil oleh peneliti dengan kualitas foto HD, Jernih serta lengkap sesuai dengan tatanan letak dari Situs dan Pelinggih Pura Gelang Agung

Galeri Koleksi 3D

Galeri 3D Peninggalan Situs & Pelinggih

Objek 3 Dimensi pada setiap Pelinggih ataupun Peninggalan Sejarah yang terdapat di Pura Gelang Agung, dapat dilihat secara utuh, penuh dan real.

Pura Gelang Agung

Konsep Tri Mandala

Konsep Tri Mandala yang merupakan konsep pembagian menjadi tiga tata nilai wilayah ruang. Tiga wilayah ruang ini juga dipengaruhi oleh arah orientasi. Dalam Anindya (1991:34), konsep Tri Mandala terbagi atas tiga wilayah atau zonasi, yaitu : Utama Mandala,Madya Mandala dan Nista Mandala. Konsep ini juga tedapat di Pura Gelang Agung Getasan.

Nista Mandala

Bagian Jaba Depan

Madya Mandala

Bagian Jaba Tengah

Utama Mandala

Bagian Jaba Dalam (Suci)

Pura Gelang Agung Getasan

Keunggulan Platform

Implementasi Virtual Tour Reality pada Situs Cagar Budaya seperti Pura Gelang Agung memberikan dimensi baru yang tidak bisa dicapai hanya dengan website statis atau galeri foto biasa. Berikut adalah keunggulan utama platform Virtual Tour Reality dibandingkan website konvensional untuk Pura Gelang Agung :

Pengalaman Yang Impreshif

Pengguna bisa menoleh ke segala arah, melihat detail ukiran pada pelinggih, hingga mengamati struktur Pura seolah-olah sedang berdiri di sana.

Aksesbilitas

Pura memiliki area suci tertentu yang tidak boleh dimasuki sembarang orang sehingga masyarakat umum untuk tetap melihat area Jeroan tanpa melanggar norma kesucian pura

Digitalisasi

Dokumentasi digital yang sangat detail. Jika terjadi kerusakan fisik pada bangunan asli akibat faktor alam, data dari VTR bisa menjadi referensi akurat.

Media Promosi Wisata

Pengguna memegang kendali penuh atas navigasi mereka, menciptakan pengalaman personal yang lebih membekas daripada sekadar menonton video promosi.

Scroll to Top