1. Home
  2. Aset Upacara

Aset Upacara

Dokumentasi kegiatan Upacara yang rutin atau dilakukan di Pura Gelang Agung berdasarkan tingkatan. Pada pelaksanaannya, dilakukan oleh pengayah se-desa adat Getasan.

Situs Arkeologi

img 2079

Gedong Sari

Pelinggih suci di pura Bali yang berfungsi sebagai tempat berstananya (bersemayam) para dewa atau manifestasi Ida Sang Hyang Widhi Wasa

img 2119

Arca Wisnu Diatas Wimana

Arca Wisnu duduk diatas Wimana, memakai mahkota jatamakuta bagian muka aus.

img 2049

Bale Kulkul

Berfungsi sebagai empat untuk menggantung kulkul yang digunakan sebagai alat komunikasi tradisional.

img 2043

Pura Gelang Agung

Pura gelang agung terdiri dari 3 halaman yaitu : halaman dalam (Jeroan), halaman tengah (Jaba Tengah), halaman luar (Jaba Sisi)

Pura Gelang Agung Getasan

Keunggulan Platform

Implementasi Virtual Tour Reality pada Situs Cagar Budaya seperti Pura Gelang Agung memberikan dimensi baru yang tidak bisa dicapai hanya dengan website statis atau galeri foto biasa. Berikut adalah keunggulan utama platform Virtual Tour Reality dibandingkan website konvensional untuk Pura Gelang Agung :

Pengalaman Yang Impreshif

Pengguna bisa menoleh ke segala arah, melihat detail ukiran pada pelinggih, hingga mengamati struktur Pura seolah-olah sedang berdiri di sana.

Aksesbilitas

Pura memiliki area suci tertentu yang tidak boleh dimasuki sembarang orang sehingga masyarakat umum untuk tetap melihat area Jeroan tanpa melanggar norma kesucian pura

Digitalisasi

Dokumentasi digital yang sangat detail. Jika terjadi kerusakan fisik pada bangunan asli akibat faktor alam, data dari VTR bisa menjadi referensi akurat.

Media Promosi Wisata

Pengguna memegang kendali penuh atas navigasi mereka, menciptakan pengalaman personal yang lebih membekas daripada sekadar menonton video promosi.

Scroll to Top
logo

Piodalan

Penjelasan Detail Mengenai Piodalan di Pura Gelang Agung

img 2082

Piodalan Penyabeh Jero

Deskripsi : Piodalan Menyabeh Jero adalah salah satu tahapan penting dalam rangkaian upacara piodalan di pura-pura Bali. Istilah menyabeh jero berasal dari kata menyabeh yang berarti “menyapa” atau “menyambut”, dan jero yang berarti “bagian dalam pura”. Dengan demikian, piodalan menyabeh jero bermakna upacara penyambutan secara niskala terhadap kehadiran Ida Bhatara (manifestasi Ida Sang Hyang Widhi Wasa) yang bersthana di pelinggih-pelinggih pura. Upacara ini merupakan simbol rasa bhakti dan penghormatan umat kepada Ida Sang Hyang Widhi Wasa yang diyakini “nedunang” atau turun dari kahyangan untuk menerima persembahan umat. Melalui menyabeh jero, umat Hindu memohon anugerah, keselamatan, dan keseimbangan hidup bagi seluruh krama dan lingkungan sekitar pura. Pelaksanaannya dipimpin oleh pemangku pura, disertai banten panyambutan serta kidung atau tabuh gamelan sebagai lambang suka cita menyambut kehadiran kekuatan ilahi.

logo

Piodalan

Penjelasan Detail Mengenai Piodalan di Pura Gelang Agung

img 2082

Piodalan Alit

Deskripsi : Piodalan alit adalah piodalan berskala kecil, yang biasanya dilaksanakan setiap enam bulan sekali (210 hari) berdasarkan perhitungan kalender Bali (satu siklus wuku).Upacaranya sederhana, melibatkan pemangku dan krama pengempon pura, dengan banten seperti pejati, daksina, dan suci. Dalam piodalan alit, menyabeh jero dilakukan secara sederhana di jeroan pura, tanpa prosesi besar, sebagai wujud bhakti tulus dan penyucian spiritual umat.

logo

Piodalan

Penjelasan Detail Mengenai Piodalan di Pura Gelang Agung

img 2082

Piodalan Ageng

Deskripsi : Piodalan ageng adalah piodalan berskala besar, biasanya dilaksanakan setahun sekali atau dalam kurun waktu tertentu. Upacara ini lebih meriah dan sakral, melibatkan seluruh krama desa adat, pemangku, serta prosesi besar seperti nedunang Ida Bhatara (mengusung pratima) diiringi gamelan dan tarian sakral. Pada piodalan ageng, menyabeh jero menjadi simbol penyambutan agung dan pemuliaan terhadap Ida Bhatara, serta permohonan keselamatan dan kesejahteraan menyeluruh bagi umat dan alam semesta.